Daftar Isi
Selampung.com – Merawat pakaian tidak cukup hanya dengan menggunakan deterjen dan mesin cuci. Setiap jenis kain memiliki karakteristik berbeda sehingga membutuhkan perlakuan khusus, mulai dari suhu air, metode pengeringan, hingga cara menyetrika.
Petunjuk tersebut biasanya tersedia dalam bentuk simbol pada label yang dijahit di bagian dalam pakaian. Sayangnya, tanda-tanda ini kerap diabaikan karena dianggap sulit dipahami.
Padahal, memahami simbol perawatan pakaian dapat membantu mencegah warna cepat pudar, kain menyusut, serat rusak, hingga pakaian kehilangan bentuk aslinya. Simbol perawatan umumnya mencakup lima kategori, yaitu pencucian, pemutihan, pengeringan, penyetrikaan, dan pembersihan profesional.
1. Simbol Pencucian: Perhatikan Suhu Air
Simbol pencucian biasanya berbentuk baskom berisi air. Tanda ini memberikan petunjuk apakah pakaian boleh dicuci menggunakan mesin, perlu dicuci dengan tangan, atau membutuhkan perlakuan yang lebih lembut.
Jika terdapat angka di dalam baskom, angka tersebut menunjukkan suhu maksimum air yang diperbolehkan. Misalnya, tanda 30°C berarti pakaian sebaiknya dicuci dengan suhu air tidak melebihi 30 derajat Celsius.
Sementara itu, simbol tangan di dalam baskom menandakan pakaian perlu dicuci menggunakan tangan. Petunjuk ini umum ditemukan pada pakaian berbahan halus yang berisiko rusak jika terkena putaran mesin terlalu kuat.
Garis di bawah simbol baskom menunjukkan perlunya siklus pencucian yang lebih lembut. Adapun tanda silang pada baskom berarti pakaian tidak boleh dicuci menggunakan air dan perlu mengikuti petunjuk perawatan alternatif.
Untuk menjaga warna tetap cerah, gunakan suhu air sesuai label, pisahkan pakaian putih dan berwarna, serta balik pakaian sebelum dicuci. Cara ini membantu mengurangi gesekan pada permukaan kain.
2. Simbol Pemutihan: Kenali Tanda Segitiga
Simbol pemutihan digambarkan dengan segitiga. Bentuk dan tanda di dalamnya menentukan apakah pakaian boleh menggunakan pemutih.
Segitiga kosong menandakan pemutih diperbolehkan sesuai petunjuk produk. Jika terdapat dua garis diagonal di dalam segitiga, pakaian hanya boleh menggunakan pemutih nonklorin sesuai ketentuan label.
Sebaliknya, segitiga dengan tanda silang berarti pemutih tidak boleh digunakan.
Pemilihan pemutih perlu diperhatikan, terutama untuk pakaian berwarna. Bahan pemutih yang tidak sesuai dapat merusak serat atau menyebabkan warna kehilangan kecerahannya.
Jika tidak yakin, periksa label produk pembersih dan petunjuk pada pakaian sebelum menggunakannya.
3. Simbol Pengeringan: Jangan Selalu Mengandalkan Mesin
Simbol pengeringan berbentuk persegi. Apabila terdapat lingkaran di dalamnya, tanda tersebut berkaitan dengan penggunaan mesin pengering.
Jumlah titik di dalam lingkaran menunjukkan tingkat panas yang diperbolehkan. Satu titik berarti suhu rendah, dua titik menunjukkan suhu sedang, sedangkan tiga titik menandakan suhu tinggi. Jika simbol tersebut dicoret, pakaian tidak boleh dikeringkan menggunakan mesin pengering.
Ada pula simbol untuk pengeringan alami. Garis vertikal di dalam persegi menunjukkan metode pengeringan dengan cara ditiriskan, sedangkan garis horizontal menandakan pakaian perlu dibentangkan hingga kering. Garis melengkung di bagian atas menunjukkan pengeringan dengan cara digantung.
Tanda garis diagonal pada sudut persegi menginstruksikan agar pakaian dikeringkan di tempat teduh.
Untuk mengurangi risiko penyusutan dan pemudaran warna, hindari panas berlebihan. Pakaian berbahan rajut atau wol juga perlu diperhatikan karena beberapa jenisnya dapat berubah bentuk jika digantung ketika masih basah.
4. Simbol Setrika: Sesuaikan Suhu dengan Bahan
Simbol setrika membantu menentukan tingkat panas yang aman untuk pakaian. Tanda ini penting karena suhu terlalu tinggi dapat membuat kain mengilap, merusak serat, atau membakar bagian tertentu.
Satu titik pada simbol setrika menunjukkan suhu rendah hingga sekitar 110°C. Dua titik menunjukkan suhu sedang hingga sekitar 150°C, sedangkan tiga titik menunjukkan suhu tinggi hingga sekitar 200°C.
Jika simbol setrika diberi tanda silang, pakaian tidak boleh disetrika. Apabila tanda silang hanya terdapat pada simbol uap, penyetrikaan tanpa uap perlu dilakukan sesuai petunjuk label.
Untuk pakaian bersablon, gunakan suhu yang sesuai dan hindari menempelkan setrika langsung pada permukaan gambar. Membalik pakaian atau menggunakan kain pelapis dapat membantu melindungi bagian tersebut.
5. Simbol Dry Cleaning: Perhatikan Instruksi Profesional
Simbol berbentuk lingkaran menunjukkan petunjuk pembersihan profesional atau dry cleaning. Tanda ini sering ditemukan pada pakaian dengan bahan atau konstruksi yang membutuhkan penanganan khusus.
Huruf di dalam lingkaran, seperti A, P, atau F, memberikan informasi kepada penyedia jasa mengenai jenis proses atau pelarut yang dapat digunakan. Sementara itu, huruf W berkaitan dengan metode pembersihan basah profesional.
Lingkaran dengan tanda silang menunjukkan bahwa pakaian tidak boleh menjalani proses dry cleaning.
Jika label menyatakan pakaian hanya boleh dibersihkan secara profesional, jangan langsung mencoba mencucinya menggunakan mesin atau deterjen rumah tangga. Ikuti petunjuk label atau konsultasikan dengan penyedia jasa perawatan pakaian.
Kebiasaan Sederhana agar Pakaian Lebih Awet
Selain memahami simbol pada label, ada sejumlah kebiasaan yang dapat membantu menjaga kualitas pakaian. Pisahkan pakaian berdasarkan warna dan jenis bahan, gunakan deterjen sesuai kebutuhan, serta hindari memasukkan terlalu banyak pakaian ke mesin cuci.
Setelah pencucian selesai, segera keluarkan pakaian dari mesin atau pengering. Gantung atau lipat pakaian dengan rapi untuk mengurangi terbentuknya kerutan.
Pengeringan di tempat teduh juga dapat membantu mengurangi paparan sinar matahari langsung yang berpotensi memudarkan warna. Untuk pakaian yang membutuhkan penyetrikaan, selalu periksa petunjuk suhu sebelum mulai menyetrika.
Pada akhirnya, label perawatan bukan sekadar potongan kain berisi simbol kecil. Petunjuk tersebut membantu pemilik pakaian memilih metode perawatan yang sesuai sehingga busana dapat digunakan lebih lama tanpa mengabaikan karakteristik bahannya.







