Daftar Isi
Selampung.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Jumat (9/10/2026) di zona hijau. Indeks saham domestik naik 62,47 poin atau 1,04% ke level 6.093,76, setelah bergerak di kisaran 5.995 hingga 6.100 sepanjang perdagangan.
Berdasarkan data RTI, IHSG dibuka pada level 6.039,01. Indeks kemudian menyentuh level tertinggi 6.100,58 dan sempat turun ke posisi terendah 5.995,82 sebelum ditutup menguat.
Penguatan tersebut menunjukkan pergerakan positif pasar saham Indonesia pada akhir sesi perdagangan. Meski demikian, pergerakan indeks secara keseluruhan tetap dipengaruhi dinamika transaksi saham-saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Transaksi Saham Capai Rp9,95 Triliun
Aktivitas perdagangan saham pada hari tersebut tercatat cukup ramai. Volume transaksi mencapai 38,38 miliar saham, dengan nilai transaksi atau turnover sebesar Rp9,95 triliun.
Frekuensi transaksi tercatat sekitar 1,42 juta kali. Data tersebut menggambarkan jumlah aktivitas perdagangan yang terjadi selama sesi bursa berlangsung.
Dari pergerakan saham individual, sebanyak 381 saham ditutup menguat. Sementara itu, 238 saham mengalami pelemahan dan 172 saham lainnya stagnan.
Jumlah saham yang menguat lebih banyak dibandingkan saham yang melemah. Kondisi ini sejalan dengan posisi IHSG yang berakhir di zona positif pada penutupan perdagangan.
Namun, penguatan indeks tidak berarti seluruh saham mengalami kenaikan. Sejumlah saham tetap ditutup melemah, sehingga investor perlu memperhatikan pergerakan masing-masing emiten, bukan hanya melihat perubahan IHSG.
Bursa Asia Mayoritas Menguat
Pergerakan positif juga terlihat di sejumlah bursa saham Asia pada perdagangan yang sama. Hang Seng Index menguat 1,79%, sedangkan Nikkei naik 0,15%.
Di sisi lain, Shanghai Composite Index mencatat kenaikan sebesar 0,05%.
Hang Seng menjadi indeks dengan kenaikan terbesar di antara tiga indeks Asia yang disebutkan dalam data tersebut. Sementara itu, Nikkei dan Shanghai Composite juga berakhir menguat, meskipun dengan persentase kenaikan yang lebih terbatas.
Pergerakan bursa regional menjadi salah satu indikator yang dapat dicermati investor untuk memahami kondisi pasar di kawasan Asia. Meski demikian, kenaikan indeks regional tidak serta-merta menjadi penyebab langsung penguatan IHSG karena pasar saham setiap negara memiliki faktor penggerak masing-masing.
Investor Perlu Mencermati Pergerakan Pasar
Penutupan IHSG di level 6.093,76 menjadi gambaran kinerja pasar saham domestik pada perdagangan Jumat, 9 Oktober 2026. Selain perubahan indeks, investor dapat memperhatikan volume transaksi, nilai perdagangan, serta jumlah saham yang naik dan turun untuk memperoleh gambaran pasar yang lebih menyeluruh.
Data perdagangan harian juga perlu dibaca bersama informasi lain, seperti kinerja emiten, kondisi ekonomi, kebijakan suku bunga, nilai tukar rupiah, dan sentimen global.
Penguatan dalam satu sesi perdagangan belum cukup untuk memastikan arah IHSG pada hari berikutnya. Investor sebaiknya tetap mempertimbangkan profil risiko dan melakukan analisis sebelum mengambil keputusan investasi.
Dengan demikian, IHSG menutup perdagangan Jumat di zona hijau dengan kenaikan 1,04%. Di tengah penguatan tersebut, perkembangan pasar domestik dan bursa regional masih menjadi perhatian pelaku pasar untuk mencermati arah pergerakan indeks selanjutnya.






